Si Lumba-lumba…

Wajah polosnya tak henti tersenyum. Tangannya lincah bergerak diantara kerumunan orang2 yang ada di depannya. Jemarinya apa lagi, cepat menarik lembar demi lembar karcis yang ada di genggaman tangannya.

“Karcisnya, Om?” Tawarnya kepada seorang laki-laki.
“Berapa?” Laki-laki itu bertanya.
“VIP 35ribu, Ekonomi 20rb. Om mau yang mana?”
“VIP aja ya, 25ribu, saya beli tiga.” Tawar laki-laki itu.

Diam sejenak dia, “Hmmm. Bolehlah. Ini karcisnya, Om. Semua 75 ribu. Bang!! VIP lagi 3 karcis!!” Dia berikan tiga buah karcis berwarna merah kepada laki-laki itu dan mengambil uang Rp. 75rb, seraya berteriak pada seorang remaja berseragam hitam yang ada di bagian dalam.

Malam itu, rombongan pasar malam yang datang dari Karimunjawa, datang ke salah satu kecamatan di Jakarta.

Dia hanyalah satu anak kecil “freelancer” pembagi karcis di wahana Pentas Lumba-Lumba “The Sea”. Dan malam ini malam terakhirnya di pasar malam itu.

Dia tinggal tak jauh dari situ. Setiap dia menjual 50 karcis, dia mendapatkan Rp. 5.000. Lumayan untuk gadis kecil seusianya.

“Hei, kamu…” Suara ringan menghentikan heningnya beberapa saat setelah rombongan penonton terakhir keluar.
“Ya, Pak?” Jawabnya
“Bantu saya tutup gerbang ini. Yang tadi penonton terakhir. Biar cepat pulanglah kita.” Bapak tua itu memberikan perintah.
“Baik, Pak.” Tanpa sanggahan dia langsung membantu Bapak tadi.
“Sudah makan?” Tanya Bapak itu.
“Sudah, Pak.” Jawabnya.
“Oh, ya sudah. Dapat lumayankah hari ini?”
“Lumayan, Pak, ada 128 karcis dari tadi siang. Hari terakhir.” Jawabnya sambil tersenyum kecil.
“Lumayan juga. Kau tinggal di daerah ini.? Bapak itu bertanya lagi.
“Ya, Pak. Dari ujung jalan itu, belok kanan sudah nemu gang rumah saya.” Jelasnya.
“Kamu rajin sekali kulihat. Kejar setoran?” Bapak itu bertanya sambil tersenyum.
“Tidak, Pak… Saya hanya…” Tertahan jawabannya.
“Hanya apa?”
“Saya… Saya.. Saya ingin lihat Lumba-lumba.” Jawabnya agak pelan.
“Hahhhh??? Kamu belum pernah lihat Lumba-lumba?” Bapak itu terkejut.
“I..Iya, Pak.”
“Lalu, kau sudah melihatnya setelah berhari-hari bantu jual karcis disini?” Tanya Bapak itu lagi.
“Tidak, Pak… Saya coba intip tapi tak bisa. Tapi gapapa, saya lihat gambarnya sudah senang. Kata teman-teman, binatang ini pintar, bisa menghitung.” Jelasnya.

Bapak itu terdiam.

“Hmmmm.. Ikut aku.” Bapak itu bicara.
“Kemana, Pak?”
“Ah, ikut saja.” Bapak itu menjawab sambil menarik tangannya.

Mereka berjalan menyusuri jalan berumput yang agak basah karena gerimis. Berkeliling mereka mengitari tenda besar tempat Pentas Lumba-lumba itu.

Setelah agak lama, ada tenda kecil di depan sana yang dijaga seorang pria berseragam hitam. Mereka mendekati tenda ini.

Bapak itu lalu berbicara dengan pria seragam hitam itu. Agak lama lalu Bapak itu memberikan kode padanya agar mendekat.

Diapun mendekat, dan dengan Bapak itu masuk ke tenda yang terang.

Dalam tenda hanya ada tanki besar, mirip tanki mobil air atau penyalur bensin. Ada tangga kecil untuk naik ke atas tanki. Bapak itu naik, dan dia diajak naik.

Ada tonjolan besar, yang juga berupa pintu dari tanki itu. Bapak itu membukanya. Suara berat besi terdengar terbuka.

“Sini.” Kata Bapak itu.

Dia mendekat.

“Lihat di dalam.” Bapak itu menyuruh sambil senyum.

Awalnya hanya gelap, tapi lama2 dalam keremangan lampu, terlihatlah mereka.

Berenang pelan, berpasangan. Kadang tak terlihat bila berenang menjauhi pintu. Kadang siripnya muncul terlihat jelas.

“Merekakah yang mau kau lihat?” Tanya Bapak itu.

Dia tak menjawab, dia hanya tersenyum, lalu menatap Bapak itu dan mengangguk.

“Nikmatilah…”

*****

Malam itu, indah… Sepasang Lumba-lumba cantik siap mengisi mimpi seorang gadis kecil. Mimpilah yang indah…

*Selepas menonton lumba-lumba di Harapan Indah 🙂

“Dunia Yopi”, Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s