Ayahku berbicara…

Ada kalanya kita harus belajar dari diamnya seseorang. Ada kalanya juga kita harus faham makna dibalik diamnya seseorang… Seorang gadis yang dilamar oleh seorang pemuda, lalu ketika ditanya mau atau tidak dia malah diam sambil mesem-mesem, kadang langsung diartikan “Iya”.. Sedangkan kalau dia diam, sambil mata sedikit berkaca-kaca, lalu kemudian terisak-isak, bisa berarti “demi lunasnya hutang ayahku kulakukan ini”…

Ayahku seorang yang periang sekaligus pendiam. Gabungan yang unik dan jarang. Sekali dia cerita lucu, kita bisa terpingkal-pingkal. Dan dia apabila akan melucu sama sekali tanpa pembukaan, langsung saja cerita.. itu juga yang membuat ceritanya makin lucu..

Tapi dia juga pendiam, bicara hanya yang penting saja, yang efektif, tidak suka basa-basi… Ketika emosipun dia tidak bicara, dia hanya diam. Dia tidak pernah marah, sesalah apapun anaknya. Ketika dia tau anaknya salah, dia hanya diam sambil mengusap kepala. Sungguh, itu lebih membuatku malu akan kesalahanku dibanding mungkin kalau dia marah-marah.

Dan sekarang ayahku semakin pendiam. Sakit di mulutnya yang akut, syaraf mukanya yang rusak gara2 dicabut ketika sakit oleh dokter gigi terkenal di kotaku namun bodohnya minta ampun itu, membuat Ayahku menderita sakit, yang membuatnya jarang bicara.

Aku rindu ayahku…

Di dalam rinduku, kukumpulkan lagi ilmu2 darinya ketika dulu dia sanggup bicara. Ilmu2 yang senantiasa akan kupegang sebagai panduanku hidup dan akan kembali kuajarkan pada anakku kelak. Ayahku pernah berbicara:

1. “Hidup itu sederhana saja, cukup. Jangan berlebih apalagi kekurangan. Karena apa yang kamu punya akan kamu pertanggung jawabkan kelak di Akherat… Saya bisa belikan kamu barang2 mahal setiap hari seperti yang teman2 PNS saya lakukan kepada keluarganya. Namun saya tidak akan mendidik kamu begitu. Dan harta yang saya berikan kepadamu adalah halal. Sederhana saja dalam hidup…”

2. “Jangan takut kamu tidak mendapatkan rumah kelak. Keong saja Allah berikan rumah, masa manusia tidak…”

3. “Hidup itu harus punya dua saku.. Saku berisi Tauhid, masukan tangan kamu kesitu, dan jangan dilepaskan. Sedangkan saku kiri isinya kehidupan sosial, sesekali saja tanganmu dimasukan ke saku, sisanya biarkan bergerak mencari kehidupan…”

4. “Kalau ingin mengetahui harga dari seseorang -andai sekali waktu kamu menjadi pengusaha- Kerjakan dulu apa yang dia kerjakan untukmu. Maka kau akan tahu berapa harus membayarnya…”

5. “Bila kamu ingin menjadi pemimpin yang mau agar semua orang menurutimu juga mematuhimu dengan ikhlas.. Contohkan dahulu dan lakukan sendiri dahulu.. Karena apa yang dilakukan orang2 dibawahmu, bisa jadi karena apa yang kamu lakukan dan contohkan juga. Jadilah disegani, jangan mau ditakuti…”

6. “Jangan bicara tentang suatu masalah, apabila kau tidak mengetahui masalah itu benar2 atau hanya mendengar dari salah satu pihak. Anggap saja kau jadi orang yang dibicarakan, apa perasaanmu…”

7. “Sabar…sabar…sabar… Jangan pernah punya batasan untuk kesabaran…”

Ini baru 7 poin dari ilmu2 yang dibicarakan oleh ayahku, dari ribuan bahkan jutaan yang semua sudah jadi memori dan aktualisasi dalam hidupku…

Setiap kata-katanya, indah, simple, efektif…

Salah satu keajaiban terbesar dalam hidupku… Rd. H. Andy Ruswandy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s