MoSet, Mobil Setan si Raja Jalanan

IMG_5573-0

Penampakan didalam angkutan Colt Bogor-Sukabumi atau terkenal dengan sebutan MoSet alias Mobil Setan. Ga perlu tanya lah kenapa angkutan rakyat ini dinamai seperti itu 😀

Tapi sejelek, sedekil, dan se ngga nyamannya nih angkutan. Ajaibnya dia bisa menimbulkan sensasi rindu untuk mengendarainya. Saking kangennya, pernah saya pulang kuliah ke Sukabumi dari Bandung langsung naek Moset arah Bogor. Di Bogor makan soto kuning bentar, lalu pulang Sukabumi lagi pake MoSet… Sekali nyalip bisa tiga empat kendaraan terlampaui dengan timing yang nyaris sempurna…

MoSet ini rajanya raja jalanan. Di jalur tengkorak Ciawi-Sukabumi ini dia ga ada lawan dan ga ada yang berani melawan. Sesalah, semenyebalkannya dia, orang lainlah tetap yang harus mengurut dada hehe.

Ok MoSet.. Bring me home now… Just like the old time bro… 🙂

Tips: Jangan naek MoSet kalau lagi sakit wasir atau ambeien! Trust me, I know the pain! 😄

Atret, Sang “Legenda” Kota Sukabumi

Mungkin hanya Kota Sukabumi yang memiliki satu legenda seorang sosok manusia yang jiwanya terganggu (sebutan “gila” soalnya agak berlebihan untuk sosok ini) instead of penerima penghargaan Kalpataru atau Adipura atau pemenang kontes Fisika tingkat International.

Adalah Aki Atret (karena sudah aki-aki) yang konon nama aslinya adalah Dadun bin H. Khodir. Sosok tua ini sudah menjadi teman kami sejak kami kecil bahkan “teman” orangtua kami ketika remaja. Dipanggil “Atret” karena kebiasaannya yg ketika berjalan lalu digoda dengan menyimpan batu didepannya, dia akan berheti dan berjalan mundur. Setelah mundur beberapa langkah itu dia maju lagi dan menyingkirkan batu yang menghalangi jalannya itu, begitu terus sampai sekarang.

Akibat kebiasaannya itulah juga yang katanya menjadi inspirasi buat orang yang memang juga agak kurang “sehat” namun jadi selebritis yang juga dari Sukabumi yaitu Syahrini untuk melakukan “maju mundur cantik” hahaha… Kata “Atret” sendiri katanya berasal dari kata “Achteruit” atau mundur dalam bahasa Belanda.

Penampilannya tidak pernah berubah. Bercelana pendek atau celana panjang yang digulung dengan membawa gembolan di tangan kanan kirinya. Saya juga tidak pernah tahu apa itu isi gembolan Aki Atret…

Meskipun jiwannya terganggu dan memang berperilaku selayaknya orang yang “sakit” seperti berpakaian kumal, makan dari tempat sampah walau sering juga warga memberinya makan. Atret tidak pernah mengganggu. Sosoknya cenderung bersahabat, murah senyum dan jujur saja kalau senyum dia manis..hehe. Dia juga memiliki rumah dan setiap malam pulang ke rumah tersebut. Dulu saya pernah punya saudara yang tinggal dekat rumah yang konon rumah keluarga Atret..

Tapi sang legenda itu sekarang sudah tiada. Saya baru dapat kabar dari socmed2 Sukabumi, dia katanya meninggal hari kemarin.

Well, meskipun agak janggal dan mudah2an tidak membuat Sukabumi dikenal sebagai kota orang “tidak sehat”. Kota Sukabumi tetap sudah kehilangan salah satu icon, legend, tokoh, dan apalah sebutannya untuk seorang yang akan selalu dikenang dengan manis…

Wilujeng mangkat Aki Atret… Terimakasih untuk semua kenangan dan senyumanmu untuk Sukabumi… Mugia tenang di alam baka… Aamiin..

#RIPAtret – with SukabumiPeople

View on Path