Si Kabayan dan Petinggi Negara

 Siapa tak kenal Si Kabayan? Tokoh lugu asli tatar Sunda ini seakan sudah menjadi ikon cerita Sunda yang selalu berisi tentang kelucuan, kekonyolan namun terkadang penuh dengan amanat-amanat kebaikan.

Ada satu kisah Kabayan yang selalu saya suka. Yaitu saat kampung si Kabayan akan kedatangan petinggi-petinggi negara. Kira-kira begini ceritanya…

Sekali waktu kampung Si Kabayan akan kedatangan petinggi-petinggi negara. Alhasil semua penduduk kampung sibuk luar biasa. Mereka ingin menyambut petinggi negara ini dengan cara terbaik dan terhebat.

Setiap jengkal kampung dihias warna-warni. Ayam kampung, kambing, sapi disembelih untuk dijadikan santapan special para petinggi itu. Anak-anak dan pemuda pemudi berlatih tari dan menyanyi untuk menyambut mereka. Semua disiapkan dengan sempurna.
Namun Si Kabayan sendiri terlihat cuek-cuek saja. Seperti tidak terpengaruh, dia hanya terlihat tidur-tiduran di pos kamling atau hanya diam di sawah sambil mengorek kuping sampai terpejam-pejam saking enaknya.

Singkat cerita hari yang ditunggu itupun tiba. Semua persiapan benar-benar dimatangkan. Dan ketika para petinggi itu datang, suasana kampungpun menjadi gegap gempita. Melihat sambutan luar biasa itu para petinggipun senang. Tak henti-henti mereka menyalami dan memberikan pujian untuk kampung itu. Hingga tibalah saat mereka diajak berkeliling kampung.

Para petinggi itu diarak dan berjalan didepan. Sementara warga mengikuti mereka dibelakang hingga panjang mengular. Mereka berjalan berkeliling kampung dan melihat-lihat seluruh kampung yang sudah dihias warna-warni meriah.

Sampai tiba-tiba, munculah Si Kabayan. Kedatangannya mengejutkan semuanya. Tampangnya yang lugu dan penampilannya yang sangat biasa berbeda sekali dengan semua warga yang tampil rapih dengan busana terbaik.

Si Kabayan tidak hanya mengejutkan karena datang tiba-tiba. Perilakunya juga membuat semua orang terheran-heran. Selain karena dia datang di depan rombongan para petinggi dan bukan ikut rombongan pengiring. Juga tindak tanduknya juga aneh. Kadang dia melompat ke depan, kanan, kiri sambil menggoyangkan pantat. Kadang jongkok. Kadang terlihat menendang sesuatu. Kadang terlihat memicingkan mata seakan melihat sesuatu di kejauhan. Kadang hanya berlari-lari kecil berputar-putar. Seakan-akan tidak ada siapapun selain dia disitu.

Kelakuannya membuat malu kepala kampung. Mukanya memerah. Apalagi setelah petinggi bertanya padanya, “Siapa dia? Kurang ajar sekali kelakuannya!”. “Namanya Kabayan, Pak. Dia salah satu warga saya. Akan saya marahi dia.” Dan dipanggilah Kabayan.

Kabayan mendekat dan diam menunduk. “Kabayan! Apa yang kamu lakukan? Bikin malu kampung! Kamu tahu tidak beliau ini adalah petinggi-petinggi negara? Kelakuan kamu tidak sopan!”

“Memangnya apa salah saya, Pak?” Tanya Kabayan lagi. “Itu kelakukan kamu, loncat sana loncat sini. Ga karuan. Apa maksud kamu?”

Kabayan diam sejenak. Lalu dia bicara. “Apa yang saya lakukan sesungguhnya karena cinta dan hormat saya pada para petinggi negara ini. Saya ingin mereka berjalan dengan aman tanpa terganggu apa-apa. Bagaimana mungkin saya bisa melindungi kalau saya berjalan di belakang mereka? Saya berlompatan untuk menunjukan jalan-jalan mana saja yang nyaman dan tidak berlubang. Saya menggoyangkan pantat untuk bilang bahwa jalan tersebut rusak dan jangan dilewati. Saya menendang batu kerikil dan duri yang menghalangi agar kaki para petinggu tidak terluka. Saya melihat ke kejauhan hanya ingin memastikan kalau cuaca masih bagus dan apabila tidak akan saya persiapkan payung agar para petinggi tidak kehujanan. Sesungguhnya itulah cara saya mencintai dan menghormati para petinggi negara. Dengan melindungi mereka dari depan. Bukan hanya mengikuti dari belakang. Ketika ada sesuatu yang mengancam, sayalah yang akan tahu dan menerimanya terlebih dahulu. Bukan para petinggi yang saya cintai.”

Mendengar itu para warga kampungpun diam dan merasa malu. Sementara para petingi negara merasa takjub dan terharu.

Cerita diatas hanya kiasan. Intinya kadang cara kita menunjukan kebaikan atau bahkan niat melindungi tidak bisa dimengerti orang lain. Kadang yang terlihat hanya anehnya, hanya jeleknya, hanya khawatirnya, hanya kurangnya, hanya satu sudut pandang. Padahal kebaikan itu ada pada niat yang terwujud dalam satu tindakan. Tindakan bisa ternilai. Bisa salah bisa benar. Tapi niat tidak mungkin salah. Karena Tuhan sendirilah yang menilai.

Tetaplah berniat baik dalam segala hal, walau kadang kita tidak tahu harus bagaimana caranya dan tidak tahu akan seperti apa hasilnya di mata orang lain. Biarlah Tuhan yang menilai dan menentukan apakah niatnya terwujud atau tidak karena Dia Maha Tahu… 🙂

*Cerita ini saya lihat di buku “Kabayan Jadi Sufi” yang sudah lama hilang. Pastinya akan ada perbedaan karena ini hanya berdasar memori belaka. Semoga niatannya sampai. 🙂

Advertisements

MoSet, Mobil Setan si Raja Jalanan

IMG_5573-0

Penampakan didalam angkutan Colt Bogor-Sukabumi atau terkenal dengan sebutan MoSet alias Mobil Setan. Ga perlu tanya lah kenapa angkutan rakyat ini dinamai seperti itu 😀

Tapi sejelek, sedekil, dan se ngga nyamannya nih angkutan. Ajaibnya dia bisa menimbulkan sensasi rindu untuk mengendarainya. Saking kangennya, pernah saya pulang kuliah ke Sukabumi dari Bandung langsung naek Moset arah Bogor. Di Bogor makan soto kuning bentar, lalu pulang Sukabumi lagi pake MoSet… Sekali nyalip bisa tiga empat kendaraan terlampaui dengan timing yang nyaris sempurna…

MoSet ini rajanya raja jalanan. Di jalur tengkorak Ciawi-Sukabumi ini dia ga ada lawan dan ga ada yang berani melawan. Sesalah, semenyebalkannya dia, orang lainlah tetap yang harus mengurut dada hehe.

Ok MoSet.. Bring me home now… Just like the old time bro… 🙂

Tips: Jangan naek MoSet kalau lagi sakit wasir atau ambeien! Trust me, I know the pain! 😄

Atret, Sang “Legenda” Kota Sukabumi

Mungkin hanya Kota Sukabumi yang memiliki satu legenda seorang sosok manusia yang jiwanya terganggu (sebutan “gila” soalnya agak berlebihan untuk sosok ini) instead of penerima penghargaan Kalpataru atau Adipura atau pemenang kontes Fisika tingkat International.

Adalah Aki Atret (karena sudah aki-aki) yang konon nama aslinya adalah Dadun bin H. Khodir. Sosok tua ini sudah menjadi teman kami sejak kami kecil bahkan “teman” orangtua kami ketika remaja. Dipanggil “Atret” karena kebiasaannya yg ketika berjalan lalu digoda dengan menyimpan batu didepannya, dia akan berheti dan berjalan mundur. Setelah mundur beberapa langkah itu dia maju lagi dan menyingkirkan batu yang menghalangi jalannya itu, begitu terus sampai sekarang.

Akibat kebiasaannya itulah juga yang katanya menjadi inspirasi buat orang yang memang juga agak kurang “sehat” namun jadi selebritis yang juga dari Sukabumi yaitu Syahrini untuk melakukan “maju mundur cantik” hahaha… Kata “Atret” sendiri katanya berasal dari kata “Achteruit” atau mundur dalam bahasa Belanda.

Penampilannya tidak pernah berubah. Bercelana pendek atau celana panjang yang digulung dengan membawa gembolan di tangan kanan kirinya. Saya juga tidak pernah tahu apa itu isi gembolan Aki Atret…

Meskipun jiwannya terganggu dan memang berperilaku selayaknya orang yang “sakit” seperti berpakaian kumal, makan dari tempat sampah walau sering juga warga memberinya makan. Atret tidak pernah mengganggu. Sosoknya cenderung bersahabat, murah senyum dan jujur saja kalau senyum dia manis..hehe. Dia juga memiliki rumah dan setiap malam pulang ke rumah tersebut. Dulu saya pernah punya saudara yang tinggal dekat rumah yang konon rumah keluarga Atret..

Tapi sang legenda itu sekarang sudah tiada. Saya baru dapat kabar dari socmed2 Sukabumi, dia katanya meninggal hari kemarin.

Well, meskipun agak janggal dan mudah2an tidak membuat Sukabumi dikenal sebagai kota orang “tidak sehat”. Kota Sukabumi tetap sudah kehilangan salah satu icon, legend, tokoh, dan apalah sebutannya untuk seorang yang akan selalu dikenang dengan manis…

Wilujeng mangkat Aki Atret… Terimakasih untuk semua kenangan dan senyumanmu untuk Sukabumi… Mugia tenang di alam baka… Aamiin..

#RIPAtret – with SukabumiPeople

View on Path

Romantic Indonesia

BT_Ugasan_Dining_Romance

Hai teman…

Beberapa waktu belakangan ini saya sering posting gambar-gambar bertemakan wedding set atau honeymoon set di beberapa hotel/resort/villa di beberapa lokasi di Indonesia. Dan diakhir postingan selalu saya pasang hashtag #RomanticIndonesia.

Saya dulu bekerja di http://www.bulanmadu.com dan terbiasa jualan lokasi-lokasi romantis. Di tempat kerja yang sekarangpun saya masih “berjualan” hal yang sama. Tetapi #RomanticIndonesia bukanlah sarana jualan saya. 

#RomanticIndonesia hanyalah sebuah ide tentang bagaimana melihat pariwisata Indonesia dalam sudut pandang yang sebenarnya sangat terasa setiap kita ada di satu lokasi wisata namun kadang terlupakan yaitu: ROMANTISME…

Kita ga perlu mikir terlalu jauh. Berkeliling dunia, mengunjungi Paris, Milan, Venice, Macau, New York, Santorini, Sydney, Nami Island, atau dimanalah itu. Cobalah untuk punya rencana berkeliling Indonesia dulu. Cari tujuan-tujuan yang unik, seru,  dan indah dipandang mata. Lalu bayangkan ketika kita menikmati itu semua hanya seorang diri. Memang, terkadang ada terasa nikmat ketika kita merenung dan menikmati keindahan alam dalam suasana sepi dan sendiri.

Saya sih berpikir dan berasa, akan jauh jauh lebih dahsyat apabila kita menikmati dan membagi segala bentuk keindahan alam atau satu destinasi yang tertangkap oleh mata kita itu dengan berpegangan tangan dan berpelukan mesra. Lalu diakhiri dengan sebuah ciuman nan mesra… Saya hanya membayangkan itu… Dan saya membayangkannya dengan indah… 🙂

Maaf teman, ini bukan sedang bicara masalah status seseorang atau bagaimana. Hanya buat saya, yang pernah merasakan traveling berkeliling beberapa lokasi secara sendirian atau dengan teman-teman dalam status dinas atau kerja. Kemanapun itu yang tersisa hanyalah gambar, kebanggaan sesaat dan status sosial yang meningkat, dan tentunya memenuhi hasrat narsis yang menjadi penyakit jamaah ketika social media mulai berkembang dan bermacam-macam bentuknya. Itu saja, tidak lebih. Namun iya, berbicara romantisme, tentu ide ini ditujukan untuk teman-teman yang sudah berpasangan… 🙂

Dari situlah #RomanticIndonesia tersirat. Negeri ini indah koq manteman. Sungguh… Kitanya saja yang belum menjelajahi benar-benar. Negeri ini punya semua syarat untuk bisa dinobatkan sebagai Negeri dengan tujuan wisata teromantis di dunia!

Terlalu berlebihan? Mungkin. Tapi ya itu tadi, coba jelajahi. Maennya jangan ke kota gede terus, tapi ke pelosok2 negeri ini. Googling tiket murahnya jangan tujuan luar negeri terus, tapi coba cari tiket promo domestik, kemana saja. Jangan dipikirkan, jalan saja dulu. Ratusan lokasi indah dan bahkan kadang sangat menakjubkan bisa terlihat dengan jelas. Dan yang paling penting, selalu ajakl pasangan anda untuk sama2 menikmatinya. Jangan dia hanya dapat souvenir atau hasil foto-fotonya saja.

#RomanticIndonesia hanyalah sebuah ide. Cara pandang yang kadang terlupakan. Cara jualan yang kadang terabaikan. Wisata Indonesia baru dijual dengan cara sederhana, hanya memperlihatkan keindahan luarnya bukan dengan cara-cara spesifik menikmatinya. Kalaupun ada, kayaknya belum serius.

Coba jual wisata Indonesia dengan berbagai cara untuk menikmatinya sesuai selera. Misal: “Come to the most extreme part of Indonesia!”. Atau, “Any better place to enjoy this?”, lalu ada gambar keindahan terumbu-terumbu karang di Indonesia. Atau ya ide saya yang satu ini: “Indonesia, the most romantic destination in the world!” Pede aja dulu… 😀

Lokasi romantis itu tidak harus selalu di dalam atau area sekitar hotel/villa/resort. Itu bisa dimana saja, asalkan terasa cocok untuk dinikmati berdua saja dengan pasangan. Hanya saja, industri hospitality kita, yaitu teman-teman di dunia perhotelan biasanya sudah lebih mahir dalam mengemas satu titik terbaik di propertinya untuk dijadikan lokasi romantis.

Indonesia masih sangat layak dan lebih dari pantas untuk menjadi tujuan dari perjalanan romantis. Apakah itu untuk pernikahan atau untuk berbulanmadu. Atau juga untuk para pasangan yang ingin menikmati liburan hanya berdua. Percayalah, belibur berdua dengan pasangan bisa menyegarkan kembali perasaan cinta dan itu luar biasa… 🙂

Ide hanyalah sebuah ide. Tidak perlu melulu jadi sumber kekayaan. Termasuk #RomanticIndonesia. Bila anda setuju dengan saya, ajak pasangan anda untuk cari ide lokasi wisata romantis di Indonesia. Yang unik, yang seru dan yang indah. Pergi kesana berdua, rencanakan semua berdua, nikmati hanya untuk berdua. Abadikan dalam sebuah foto, jadikan sebuah kenangan indah dan lalu posting dengan hashtag #RomanticIndonesia. Bantu saya memperkenalkan wisata Indonesia dalam sudut pandang yang lain, sudut pandang ROMANTISME…

Salam #RomanticIndonesia

Puisi di undangan pernikahanku dulu… :)

Ga sengaja nemu undangan nikahan dulu. Saya menulis puisi saya di undangan itu… 🙂

Ini dia…:

“Aku bernafas di temaram senja yang gelap.
Nafasku ringan dan mewangi.
Bergulatku dalam kanvas cinta yang cantik.
Dalam sulaman benang-benang kuning keemasan yang kuisi asmara.

Aku telah menemukan Surga di dunia…

Aku ingin mengikatmu utuh dalam ikatan yang suci.
Terlilit tali sutra yang tercipta dari do’a para pemuja cinta.

Aku ingin membawamu terbang tanpa terantuk angkasa.
Aku mengajakmu menyelam tanpa tersandung dasar palung samudra.
Aku ingin menuntunmu berjalan tanpa terhalang dinding putus asa.
Aku ingin memberimu hidup terbaik yang semampunya bisa kuberi.

Bismillaahirramaanirraahiim..
Untuk sebuah niat suci, dan atas nama cinta pada-Nya, kunikahi dirimu…”

Yopi Rismayady (08-08-08)

Sakali mangsa di hiji poe Sabtu…

Sakali mangsa di hiji poe Sabtu..

Harita balik sakola, tapi aya sababaraha barudak anu nepi jam 4 sore can baralik. Aya lah kana 60 urang mah. Sabagian dina nu 60 eta, marake training jeung dina dadana ngagantung plang ngaran tina karton warna beureum ati. Budak nu awakna badag tur kasep kacida tea, aya di jero eta bagian. Bleg, katingali ngaranna: Yopi Rismayady.

Ti sore mula, eta barudak geus loba kagiatan. Pas ditaluktik, oh harita teh Teater Epigonen rek ngayakeun pelantikan.

Nurut kana kabiasaan, pelantikan Epigonen rame ku Senior. Teu disebut “Alumni”, dan ari nu ngaran Alumni mah artina geus kaluar, geus lulus. Sedengkeun di Epigonen euwueh anggota anu kaluar, da dina KTA na ge, katulis: Kartu Berlaku Seumur Hidup.

Senior daratang timana mendi. Keur mah kelas 2 jeung kelas 3na ge rea, atuh makin rea.

Beuki peuting beuki rame. Barudak kelas 1 ge rada aneh, na ti marana ieu Akang Teteh nu kakara katingali teh. Jeung naha bisa kompak datang. Jaba harita can aya HP, BB, komo Twitter jeung FB. Pokokna cukup mere kabar kumpul di Wartel Gunung Parang jam saanu, pasti daratang.

Hawa nu tiris beuki karasa. Beuki peuting acara beuki serius. Beuki pikasieuneun, da Senior oge miluan.

Budak kelas 1 mah nurut we da sieun teu katarima jadi anggota Epigonen. Dikitu dikieu teh miluan we.

Pas jam 11an, barudak di kumpulkeun di lapangan. Kudu mawa lilin tah hiji ewang. Cenah mah, budak kelas 1 rek dititah Jurit Malam, bari kudu liwat kuburan. Duh gustiiiiii..

Saacan indit, barudak kelas 1 “disiksa” heula. Tapi kela, siksaan Epigonen mah teu matak getihan. Justru kana awak jd seger tur cenghar. Ngan aya hiji “siksaan” nu matak leuleus kana awak teh. Dimotoran ku nu ngarani Kang Ilham jeung Kang Didit, budak kelas 1 dibere senam “Kepal Patahkan”. Hadeuuuuuuuhhh eta panangan, mani asa rek locot. Terus bari ngurilingan sakola dititah olahraga heula. Barudak kelas 2 jeung kelas 3 oge saruana. Model2 siga Kang Pri, Kang Alga, Kang Aguy (tah nu ieu mah harita ge can di Ospek, da asup Epigonen na ge telat, telat tobat), oge aya Teh Nenden, rea lah.

Der tah jurit malam teh dimimitian. Sial jang budak badah kasep ieu, manehna kabagean indit kadua ti heula. Halah, pasti ieu jurig2 sakitar sakola seger keneh.

Ngiclik we eta budak indit sorangan. Peuting2 jam 12an mapay2 galengan tukangeun sakola nu anyar pinanggih.

Nu kadenge ngan sora bangkong jeung jangkrik. Can aya sora kunti mah. Da kabeneran cenah cek beja, kunti ge keur aya acara pelantikan Kunti junior. Ngarah sah ngajungjuriganana.

Beres ngaliwatan sawah jeung kampung, di jalan nu rada nanjak, aya Senior. “Kade nya, babacaan.” Cenah bari seuri. Waduh, koq jadi rada purinding puringkak.

Enya we, beres nete tanjakan eta, bray tah makam muslim. Poho lah ngaranna.

Untungna, rada wani liwat lah. Lahaola we.

Ngan, teuing kumaha caritana, beut eta budak tijalikeuh. Labuh tah, pas leungeun katuhuna labuh kana gundukan taneuh. Eeehh, kuburan anyar!!

Halah.. Awewe deui.. Aduh eulis, hampura akang.. Dirapihkeun we saeutik, bisi jol kuniang hudang eta nu di jero.

Leumpang rada gancang, rada aya kawani da geuning di ujung makam aya pos leutik. Kang Wilang ngaran nu jagana. Lila-lila mah apal, tiap taun Kang Wilang nu jaga di pos ieu. Geus tetap cenah dina AD/ART Epigonen.

Terus panggih jeung makam Kerkoff alias makam Walanda. Ah, di dieu mah boro sieun. Makam nu teu wawuh, oge Senior aya dimana-mana. Aya di sababaraha pos materi.

Jurit malam lanjut nepi subuh di Kerkoff. Mentaskeun deui sababara materi. Beres Subuh kabeh balik ka Sakola jang rehat sementara.

Rada beurang, naha bet loba angkot. Barudak dikumpulkeun. Tur dibere tugas. Dina daftar bawaan memang dititah mawa baju urut nu masih bisa dipake. Tapi panya teh jang disumbangkeun.

Eh, pek teh dipake. Bari baju rada leutik, atuh ieu budak badag nu kasep teh make baju kaleutikan. Warna hejo deuih. Halah.

Teu beres nepi dinya, jol beungeut dicorat-coret. Beres eta, panon ditutupan. Barudak ditaraekeun kana angkot. Hadeuh, ieu meureun nu dipikasieun teh datang. Nya, tradisi akting jadi nu gelo jeung nu ngemis teh kaalaman oge.

Bari panon poek, angkot jalan teuing rek kamana. Teu lila barudak dititah turun. Tuluy dititah muka bukaan panon. Bray caang, ya Alloooohh Ramayana siah. Mani rame kieu.

Barudak kelas 1 dibagi 2 akting. Jadi nu gelo, jeung jadi baramaen. Budak badag bari kasep ieu kabagean jadi baramaen. Hellllloooowww, gue gitu lho jadi pengemis, apa kata dunia!!

Tapi harita mah, can aya kalimat gaul siga diluhur, jadi tarimakeun we.

Salila 2 jam, jadi siksaan nu kacida beuratna. Kudu kukulilingan make baju urut hejo nu kaleutikan bari mentaan duit. Lain ku nanaon, tiap akting ngemis, sakali deui tiap akting ngemis. Ngadon dijawab: “Maenya aya pengemis gendut!” Tuh, siksaan pan?

Barudak lain sarua digawean. Hayang seuri oge ningali si Lutfi, nu akhirna jadi ketua Epigonen, akting gelo jeung nu gelo enyaan. Ngakuna nu gelo ngaranna Itang Yunaz cenah. Hadeuuuhhh..

Budak badag tur kasep oge kabagen digawean. Dibawa ku Kang Dani hideung nu nepi ka ayeuna jadi musuh, karena Dani pendukung Man Utd, budak ieu pendukung Liverpool (teu nyambung). Eta budak digawean dibawa hareupen delman. “Tah, rayu eta kuda nepi daekeun jadi kabogoh didinya.” Ya Ollllooooohhhhh..

Der eta budak badag kasep teh akting. Nepi eta si kusir teu kuat nahan seuri. Atuda eta kuda diusap, dirayu, nepi diajak kawin!

Akhirna sesi akting beres. Kabeh balik ka sakola. Tidinya suasana geus mulai biasa deui. Da meureun oge geus carape.

Tibalah saat pembaptisan. Masing2 budak digawean deui tah. Dibere nama baptis. Tapi moal beja2 ah nama baptisna naon. Bisi jol hitut teu eureun-eureun.

Pembaptisan dipimpin ku Pak Yadi, bari hiji-hiji budak disimbeuh make cai kembang 7 rupa. Lain nanaon, bisi aya “Si Mumun” mimilu. Apal pan Neng Mumun? Tah ayeuna aya gigireun masing2 nu maca. Datang jauh2 dari bengkel Epigonen.

Byur, cai seungit nyimbeuh mastaka jeung pameunteu. Ah segeeeeerrrrr..

Cai nu ngabasuh lir ibarat walungan di Gunung Gede nu seger. Carita sapeupeuting bakal jadi carita nu endah di kahareupna. Bari jol dina hate, sumanget micinta Epigonen nepi batas nu pangluhurna. Bari ngajorowok, nembongkeun cinta kaasih, ngucapkeun Moto Epigonen:

“KUJEJAKAN KAKI DIATAS BUMI TERCINTA, ATAS DASAR KARSA BERSAUDARA !!!”

Belajar dari Bondi…

Bondi namanya. Singkat, padat, dan jelas. Tanpa ada nama panjang, cukup panggil saja “Bondi”. Kalau ditanya, “nama panjangnya apa, Pak?”. “Bondiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…” Katanya sambil tertawa ala Mbah Surip,”Ha ha ha…”.

Bondi adalah salah satu pekerja di kantorku. Jabatannya berlipat-lipat. Ya Driver, OB, Kurir, Kontraktor, IT, bahkan tukang masak kalau perlu.

Dari berbagai pekerjaannya. Bondi sudah cukup layak mendapat gelar “The most valuable asset in the office” hehe. Dia bisa melakukan kerjaan kita, namun kita belum tentu bisa dan mau mengerjakan pekerjaan dia.

Satu yang paling menonjol adalah peran dia sebagai Driver. Pengalamannya sebagai supir taksi dan kendaraan lainnya membuatnya menjadi GPS hidup buat kami semua. Jangan takut nyasar kalau jalan di Jakarta dengan dia. Ke ujung-ujung yang anehpun, dia tau (yang ini memang patut dicurigai asal muasalnya…haha).

Jalan bersama Bondi bisa menjadi tour Jakarta yang menyenangkan. Kita yang hidup lama di Jakartapun belum tentu pernah melihat semua di Jakata. Nah bila anda ingin tau seluk beluk Jakarta, just call Bondi, dia akan menunjukannya dalam minimal 3 route berbeda yang bisa jadi pilihan. Keren bukan?

Bondi tergolong masih muda, namun “keperkasaannya” sangat teruji. Anaknya ada 6 orang! Cocok katanya buat Klub Basket plus satu orang pelatih. Kalau kejar Klub Sepakbola katanya “Udah cape ah. 6 anak cukup.” Busyeeettt..

Bondi juga kreatif. Pokoknya untung lah bisa berteman dengan Mr. Bondi ini. Karya-karya Bondi banyak tersebar di beberapa penjuru kantor ini. Simple-simple namun banyak manfaatnya.

Tapi Bondi bukan selamanya menjadi orang yang menyenangkan. Tahan dulu persepsinya. Maksudnya adalah dia ga selamanya mau diajak kompak. Kalau udah keluar sensinya, ga perduli siapapun dia bisa lawan, bisa ga nurut, bisa kabur dan susah dicari padahal lagi butuhhhhhh banget. Disaat itulah kadang antara marah dan kesel, kita baru tahu kalau kita butuh sekali sekali sosok Bondi.

Menjadi pejuang di keluarga besarnya, membuat dia rajin banting tulang bekerja. Maklum untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang banyak ditambah dengan sebagian sudah bersekolah, tentu banyak sekali yang harus dia keluarkan.

Terlepas dari memang manusia terlahir dengan nasib-nasibnya sendiri yang kita memang kadang tak bisa lepas dari situ kecuali dengan berjuang keras. Bondi adalah salah satu contoh kesederhanaan yang bisa dicontoh.

Sikapnya yang kadang meledak-ledak, emosi, sensitive. Itu tak lebih dari suasana bagaimana saat itu dia sedang berjuang untuk keluarganya. Siapapun akan seperti itu. Apapun akan dilakukan, dibela, diperjuangkan kalau atas nama kebutuhan keluarga.

Disitulah justru ilmunya. Kita yang agak mudaan harus melihat, bahwa perjuangan atas nama keluarga, oleh siapapun juga. Tak perduli manusia terkaya di duniapun, pasti akan melakukan apa saja asalkan keluarganya terus hidup. Dan yakin bahwa Tuhan memberikan jalan untuk itu.

Kalau melihat logika. Penghasilan sosok Driver di Jakarta mungkin tidak sebanding dengan kebutuhan seorang Bondi dengan 6 orang anak. Tapi pada kenyataannya jalan itu selalu ada. Katanya sering dia dapat permintaan bantu ini bantu itu dan dapat penghasilan tambahan yang sebenarnya tidak seberapa tapi selalu pas waktunya. Hmmmm, Tuhan berahasia disini.

Bondi tidak pernah mengeluh. Ya, cerita sih sering tentang bagaimana perjuangannya menghidupi keluarga ya membuatku terus menerus mengucap syukur atas rezeki yang selama ini kuterima yang kadang dengan seenaknya kuhamburkan.

Bondi selalu percaya bahwa masing-masing anaknya membawa jalan rezeki masing-masing, dan darimanapun jalannya, itu adalah hak anak dan istrinya. Seru kalau dia cerita bagaimana keluarganya makan di piring super besar, dan semua makan bareng-bareng. Seru bagaimana dia tidak memotong ayam menjadi potongan-potongan seperti yang kita makan, namun justru disuwir agar semua keluarganya terbagi adil dan lebih menghemat tentunya. Seru dan lucu bagaimana triknya dulu menarik hati sang pujaan hati agar mau menjadi istrinya.

Bondi dan saya berbeda keyakinan, saya Muslim dan dia Nasrani. Namun pendapat kami soal rezeki dari Tuhan adalah sama. Buat kami, semakin banyak memberi kepada orang lain sesuai hak dan yang diluar hak seperti sedekah, akan membuat Tuhan juga baik dan banyak member kepada kita. Beberapa keajaiban rezeki membuktikan itu. Bayangkan, dengan banyak kekurangan saja, seorang Bondi masih mencoba berbagi, karena percaya keajaiban dari memberi itu.

Banyak kita lihat orang kehilangan rezeki, apakah itu ditipu, kecurian, atau hilang begitu saja. Lepas dari itu adalah musibah, bisa juga diartikan sebagai peringatan Tuhan agar senantiasa kita selalu memberi bukan hanya rajin dan mau menerima.

Belajar dari sosok Bondi, yang mungkin andai Tuhan memeberikannya nasib lain, dia akan jadi seorang sosok yang penuh talenta. Tapi dengan adanya dia seperti ini, membuat kita faham bahwa tak sepantasnya kita tak menghargai rezeki kita disaat orang lain sekeping demi sekeping mencarinya. Tak sepantasnya kita mengecilkan arti orang kecil, disaat kita bisa menjadi besar justru dengan bantuan tangan-tangan orang-orang kecil ini. Tak sepatutnya kita memperlakukan semena-mena orang kecil, dimana di hatinya hanya ada niat tulus untuk mencari rezeki demi keluarganya.

Kesederhaan, keikhlasan, usaha keras, dan tetap bersabar. Saya selalu senang belajar dari seorang Bondi… Untuk kekurangannya dan untuk kelebihannya…

(Sebagian fiksi, sebagian nyata…)